Bangkitnya Laskar89: Mengkaji Radikalisasi Pemuda Indonesia Secara Daring


Categories :
Tags:


Dalam beberapa tahun terakhir, Indonesia mengalami tren radikalisasi yang meresahkan di kalangan generasi muda, dimana banyak dari mereka yang beralih ke platform online untuk menyebarkan ideologi ekstremis dan merekrut anggota baru untuk mendukung gerakan mereka. Salah satu kelompok yang mendapat perhatian besar dalam hal ini adalah Laskar89, sebuah organisasi Islam radikal yang dikaitkan dengan sejumlah serangan teroris di Tanah Air.

Kebangkitan Laskar89 sebagian besar disebabkan oleh kekuatan internet dan media sosial dalam membentuk keyakinan dan perilaku generasi muda Indonesia. Melalui platform online, kelompok ini mampu menyebarkan ideologi ekstremisnya, merekrut anggota baru, dan mengoordinasikan serangan dengan sangat mudah. Faktanya, penelitian baru-baru ini menemukan bahwa mayoritas anggota Laskar89 direkrut melalui jalur online, sehingga menyoroti peran penting internet dalam radikalisasi generasi muda Indonesia.

Salah satu faktor utama yang mendorong radikalisasi remaja Indonesia secara online adalah prevalensi konten ekstremis di platform media sosial. Mulai dari video grafis serangan teroris hingga propaganda yang mengagung-agungkan kekerasan, platform-platform ini telah menjadi tempat berkembang biaknya ideologi ekstremis, menarik individu-individu rentan yang mungkin mencari rasa memiliki atau tujuan. Dalam kasus Laskar89, kelompok ini menggunakan media sosial untuk mempromosikan keyakinan ekstremisnya dan merekrut anggota baru, dengan sasaran generasi muda Indonesia yang mungkin kecewa terhadap pemerintah atau masyarakat luas.

Penyebaran ideologi ekstremis secara online juga difasilitasi oleh kurangnya regulasi dan pengawasan terhadap platform media sosial di Indonesia. Berbeda dengan negara-negara lain yang telah menerapkan langkah-langkah ketat untuk memerangi ekstremisme online, Indonesia lamban dalam mengatasi masalah ini, sehingga membiarkan kelompok-kelompok seperti Laskar89 beroperasi tanpa mendapat hukuman. Kurangnya peraturan telah memungkinkan kelompok-kelompok ini untuk menyebarkan pesan-pesan mereka secara luas, menjangkau khalayak muda Indonesia yang mungkin rentan terhadap radikalisasi.

Untuk memerangi kebangkitan Laskar89 dan kelompok ekstremis lainnya di Indonesia, penting bagi pemerintah untuk mengambil langkah proaktif dalam mengatasi radikalisasi online. Hal ini termasuk menerapkan peraturan yang lebih ketat pada platform media sosial, memantau konten online untuk propaganda ekstremis, dan bekerja sama dengan perusahaan teknologi untuk mengidentifikasi dan menghapus akun ekstremis. Selain itu, upaya harus dilakukan untuk memberikan narasi alternatif dan pesan balasan kepada generasi muda Indonesia yang mungkin berisiko terkena radikalisasi, dengan menawarkan mereka alternatif yang positif dan inklusif terhadap ideologi ekstremis.

Pada akhirnya, kebangkitan Laskar89 dan kelompok radikal lainnya di Indonesia menyoroti perlunya tindakan yang mendesak untuk mengatasi radikalisasi online di kalangan generasi muda Indonesia. Dengan menerapkan langkah-langkah untuk mengatur konten online, memberikan narasi alternatif, dan melawan pesan-pesan ekstremis, Indonesia dapat berupaya mencegah penyebaran ideologi radikal dan menumbuhkan masyarakat yang lebih damai dan inklusif bagi seluruh warga negaranya.